Everything is Wireless

Memori – Ruth Sahanaya May 6, 2009

Filed under: The Eighties — mudrikalaydrus @ 11:27 pm


Sekedip matamu seakan dalam mimpi
Senyummu lesungmu wajahmu menjelma
Khayalan lembut memukau hati
Ke dulu kala hari yang bahagia


Kau lari kukejar tertawa bercanda
Sumpahmu sumpahku yang kini tak tercapai
Kau pergi jauh janji kembali
Kini kau pulang membawa kekasih

Memori kau membuka luka lama
Yang kuingin lupa
Memori tolong daku pergi jauh
Janji takkan kembali memori

 

Bukalah Matamu April 7, 2009

Filed under: The Eighties — mudrikalaydrus @ 2:37 pm

Vina Panduwinata

Bukalah matamu
lihatlah diriku
yang selama ini
merindukan hadirmu
(selalu bersamamu)

Kau tak perduli
atau tak mengerti
apa arti cinta suci
bagi dirimu

Salahkah aku
bila kuragu akan cintamu
yang tak pernah pasti

Salahkah aku
bila kujatuh, jatuh cinta lagi
bukan pada dirimu

Bukalah matamu…

 

Nuansa Bening February 17, 2009

Filed under: The Eighties — mudrikalaydrus @ 4:33 pm

oleh: Keenan Nasution

oh, tiada yang hebat dan mempesona
ketika kau lewat di hadapanku
biasa saja
waktu pertalian terjalin sudah
ada yang menarik pancaran diri
terus mengganggu

mendengar cerita sehari-hari
yang wajar tapi tetap mengasyikkan

oh, tiada kejutan pesona diri
pertama kujabat jemari tanganmu
biasa saja

masa perkenalan lewatlah sudah
ada yang menarik bayang-bayangmu
tak mau pergi

dirimu nuansa-nuansa ilham
hamparan laut tiada bertepi

kini terasa sungguh
semakin engkau jauh
semakin terasa dekat

akan ku kembangkan
kasih yang kau tanam
di dalam hatiku
menatap nuansa nuansa bening
tulusnya doa bercinta

 

Memori February 17, 2009

Filed under: The Eighties — mudrikalaydrus @ 4:19 pm

Sekedip mata mu
seakan dalam mimpi
Senyum mu lesung mu
Wajahmu menjelma
Khayalan lembut memukau hati
Ke dulu kala
Hari yang bahagia
Kau lari ku kejar
Tertawa bercanda
Sumpah ku, sumpah mu
Yang kini tak tercapai
Kau pergi jauh
Janji kembali
Kini kau pulang
Membawa kekasih

Memori kau membuka luka lama
Yang ku ingin lupa
Memori tolong daku pergi jauh
Janji tak kan kembali
Memori…

 

Kasih February 17, 2009

Filed under: The Eighties — mudrikalaydrus @ 2:46 pm

Malam ini kasih teringat aku pada mu
Seakan kau hadir di sisi menemani ku
Ku yakin kan diri agar tiada sepi
Ku lewat kau hadir di dalam mimipi ku

Seandainya mungkin ku mampu terbang ke awan
Detik ini juga ku akan melayang ke sana
Kan ku bawa pulang
Dirimu yang selalu ku sayang
Bersama berdua kita bahagia

Kasih dengarlah hatiku berkata
Aku cinta kepada dirimu sayang
Kasih percayalah kepada diriku
Hidup matiku hanya untuk mu
(Ulang Semua Rangkap)

 

Jerat February 17, 2009

Filed under: The Eighties — mudrikalaydrus @ 1:56 pm

Harvey M.

Kala pertama ku pandang
Pesona di wajah mu
Saat itu hati ku kan terpana
* :
Tiada ragu lagi
Tiada bimbang lagi
Semuanya ini ku milikiGelisah jiwa ku ini
Dilanda bayangan mu
Kan mengkoyak dinding keangkuhan ku
Kau ciptakan rindu
Kau buat hati ku terjerat tali cintaResah… resah
Tiada menentu
Bila semalam pun tiada bertemu

Mimpi… mimpi
Kan terasa oh sepi
Bila kau tiada
Tanpa kau senyum mu

( Ulang Rangkap * )

( Lagu : – Lirik : )

 

 

 

 

Haruskah Aku Berlari February 1, 2009

Filed under: The Eighties — mudrikalaydrus @ 10:47 am

oleh: Freddy Tamaela


Kian terasa asing
diri ini
diantaramu
Yang dulu pernah kubanggakan

Harapan yang pernah tercipta
kini
seakan sirna
Dan resah pun kian menggoda

Reff.
Haruskah diri ini
menjerit dan berlari
Mengejar dirimu
yang kian jauh melangkah
Atau kuharus lari
dari kenyataan ini
Memendam cinta
dan coba melupakanmu

Kian terasa menggoda bayangmu
di dalam jiwa
Bila diri ini mencoba
melupakan dan mengubur segala
kenangan indah
Yang t’lah kita bina
bersama

 

Kamu – Tito Sumarsono February 1, 2009

Filed under: The Eighties — mudrikalaydrus @ 10:07 am

Serasa hari ini, kau ada disini

Sebagai kawan baru, kau mempesonaku

Tingkahmu yang lucu, gayamu yang ceria

Cara berjalanmu dan kehadiranmu itu…

Menggemaskan daku, membuatku malu

Dan tersipu-sipu, Memerah pipimu

Sungguh lucu kamu Senangnya hatiku

Melihat tingkahmu Saat itu

Kau ayu anggun penuh ceria

Seakan tiada lagi tara

Yang mewarnai dalam hati

Dan menembus batas relung sukma

Sungguh aku tak menyangka Kau ada di hati

Seandainya pada saat itu

Usiaku telah mencukupi

Tak tahu apa yang terjadi

Denganmu dan dengan diriku

Entah kita mungkin bersatu dalam cinta…