Al-Rasul

Kamis 20 Maret 2008 atau tanggal 12 Rabiul Awwal adalah hari yang sangat penting dalam agama Islam. Nabi Muhammad bin Abdullah, salawat dan salam padanya dan keluarganya, dilahirkan pada tanggal itu oleh seorang perempuan suci yang bernama Aminah. Kelahiran yang disambut dengan suka cita oleh para penghuni langit.

Seorang ulama besar dari Mekkah, Sayyid Muhammad Al-Maliki, berkata, kelahiran beliau adalah kegembiraan yang luar biasa untuk dunia ini, karena dengan syariah yang dibawanya itu, yaitu Islam, kita mendapatkan kenikmatan yang tak terhingga, yaitu keimanan. Bahkan tak hanya muslim, alam dan segala isinya pun mendapatkan rahmatnya.

Rasulullah Muhammad SAW diutus untuk memperbaiki dan menyempurnakan akhlak (“tingkah-laku”) manusia.  Dalam melakukan dakwahnya tersebut Rasulullah, terutama di awal-awal kenabiannya, mendapatkan perlawanan yang cukup hebat dari orang-orang di Mekkah dan sekitarnya. Orang-orang yang tak rela meninggalkan kebiasaannya yang buruk. Perlakuan yang kasar dari orang-orang kafir dibalasnya dengan perkataan yang mulia dan tindakan yang santun. Dengan akhlah Rasul yang karimah ini banyak orang-orang kafir yang berpindah menjadi muslim.

Hijrahnya Rasulullah ke Yastrib (Madinah) merupakan babak baru dalam perkembangan Islam. Suku Aus dan Khadraj di Yastrib yang saling berselisih satu dengan lainnya berdamai dengan kedatangan Nabi dan Islam, berjuang membangun Islam.

Masuknya orang-orang kafir Mekkah pada peristiwa fathul Makkah, juga merupakan goresan tinta emas dalam sejarah kemanusiaan. Nabi memaafkan semua orang di Mekkah yang telah mengintimidasinya selama ini.

Al-Rasul, Muhammad SAW, adalah manusia besar, yang kepadanya penghuni langit dan bumi ber-shalawat, tak terhitung berapa kali jumlahnya setiap hari. Kerendahan hati beliau, kasih sayangnya pada sesama dan kepeduliannya telah membentuk umat Islam di zamannya menjadi generasi emas yang terus dikenang masa.

Dalam rangkah maulid Nabi Muhammad ini, kita bisa merenungkan kembali dan terus-menerus akhlak dan perjuangannya dan bagaimana kita bisa menjalankan hidup ini dengan baik. Kepedulian akan kondisi dan masalah orang lain harus mendapatkan porsi tersendiri dalam rangkah membangun negri kita yang terpuruk ini.

Allah humma shallih ‘ala sayyina Muhammad wa ‘ala alihi. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: