Tuntutlah Ilmu

Ada tiga hadits yang terkenal berkaitan dengan menuntut ilmu:

1. Menuntut Ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan.

2. Tuntutlah ilmu sejak dalam buaian hingga liang lahat

3. Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina

Tiga hadits yang sangat tinggi kandungan maknanya !.

Ketiga hadits ini memberikan tekanan tambahanatas apa yang di quran juga digariskannya. Ayat pertama yang diturunkan Allah melalui Jibril ke Rasulullah SAW adalah…”Iqra” yang artinya bacalah. Ayat ini ber-fiil amr..yaitu berintonasi perintah dalam kaidah tata bahasa Arab. Jika perintah maka hukumnya wajib !. Di ayat-ayat yang lain, Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu dibandingkan orang biasa. Dan masih banyak dalil-dalil naqli lainnya yang mewajibkan kita umat Islam untuk menuntut Ilmu.

Dari hadits2 di atas tersuat urgensi dari menuntut ilmu. Diwajibkan… life time learning, belajar yang tak henti-hentinya, dan tuntutlah ilmu itu sesulit apapun, baik karena biaya yang mahal, tempat yang jauh, maupun tingkat kesulitan ilmu itu sendiri.

Sayyidina Al-Imam Ahmad bin Umar Al-Hinduan pernah berkata, “Ketika masih kecil, apabila ada suatu masalah ilmu yang pelik bagiku, aku tak dapat tidur sampai masalah itu jelas. Apabila telah jelas, itu bagiku lebih baik daripada dunia.. Ketika muthala’ah, aku juga tidak sadar tentang makan malam maupun makan siang. Terkadang aku telah makan, tapi aku berkata kepada keluargaku, ‘bawakanlah makan malamku.’ Dan terkadang aku belum makan tapi merasa telah makan karena aku tenggelam dalam muthala’ah’.

Seorang teman di Wuppertal, juga pernah bilang. ‘ Wenn ich Probleme mit meinem Source code habe, kann ich nicht richtig schlafen, mit dem Essen habe ich keine Ruhe‘. (“Jika source code saya belum berfungsi dengan benar saya gak bisa tenang makan dan tidur”). Sang teman sekarang profesor di Stuttgart.

Hadits yang diriwayatkan Shahih Muslim, dari Yahya bin Abi Katsir, “Ilmu itu tak didapat dengan bersantai-santai”.

Al-Imam As-Suyuthi dalam kitabnya Al-Asybah wa an-Nazhair mengatakan, “Sesungguhnya disiplin ilmu ini tak dapat dicapai dengan angan-angan, tidak pula dengan kata-kata ‘akan’, ‘mudah2an’, atau ‘seandainya aku’. Ia tidak akan dicapai kecuali oleh orang yang serius dan sungguh-sungguh, mau berpisah dengan keluarganya, mengencangkan pakaiannya, mengarungi lautan, bercampur dengan debu, bolak-balik mendatangi pintu yang dituju dalam malam yang gelap…”

Saudaraku…..

Apa yang telah kita lakukan…?

Seberapa kerja yang telah kita perbuat…?

Apa niat kita dalam menuntut ilmu ?

Apa yang telah kita lakukan untuk Negeri ini ?

Comments on: "Tuntutlah Ilmu" (1)

  1. Ilmu itu tak didapat dengan bersantai-santai >> setuju …sekali pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: